Sabtu, 16 Maret 2013

Tenaga honorer akan dirumahkan ????

Siang Sob semua !!!! semoga tetap seger burger hehehe. . . akhir-akhir ni temen-temenq (termasuk aku juga sih) dibuat resah, gelisah, gundah-gulana dan galau tingkat Nasional (hehehe bahasa saduran dari komunitas alay). Gimana tidak sob coba bayangin (*&^%$&^%!!!!) jangan bayangin yang enggak-enggak sob apalagi yang berbau p*rn* hehehe . . . Gini saya jelasin, mungkin sebagian besar kalian udah pada tau kalau akhir-akhir ini bergulir isu bahwa akan ada penghapusan tenaga honorer dan sebangsanya (Honorer, Sukwan, GTT, dll) entah ini berawal dari siapa ? tapi berita ini cepat menyebar (dengan kecepatan supersonik) di kalangan pegawai honorer khususnya di lingkungan Mojokerto.

Kabarnya Para Tenaga honorer di Kabupaten Mojokerto yang diangkat tahun 2006 keatas, akan dirumahkan. Kebijakan ini mengacu pada surat edaran Sekda Kabupaten Mojokerto, yang melarang semua Kepala Dinas mengangkat Tenaga Honorer dan Tenaga Harian Lepas (THL), sesuai Peraturan Pemerintah tentang Larangan Mengangkat Tenaga Honorer.

Saat ini, sejumlah SKPD mulai merumahkan Tenaga Honorer dan Tenaga Harian Lepas, salah satunya Dinas PU Bina Marga.

Juru Bicara Pemkab Mojokerto, Ludfi Ariyono  mengatakan, rencana merumahkan tenaga honorer ini masih dalam proses. “Masih menunggu hasil rapat yang digelar sekda bersama SKPD terkait, dan menunggu penjelasn tertulis dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP),” jelasnya.

Tenaga honorer yang diangkat tahun 2006 keatas, jumlahnya mencapai ratusan. Paling banyak ada di lingkup Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan PU Bina Marga.

Nah , , , parahnya kita (kita ? loe z kali gua enggak . . . hehehe) enggak dikasih konfirmasi atau kejelasan tentang kebenaran kabar ini, seperti dibuat "antung-antungen" kalau bahasa mojokerto dan sekitarnya. Bahkan etos kerja kita menurun gara-gara kabar ini.

Sempat 2 hari lalu para tenaga GTT selesai main futsal menggulirkan dialog ini yang menurut mereka ketidakjelasan status dan masa depan mereka membuat mereka berfikir untuk mencari pekerjaan di luar menjadi seorang pendidik. Tersebutlah Si Semprul (bukan nama sebenarnya) yang sehari-harinya menjadi tenaga GTT di sebuah sekolah dasar di daerah mojokerto. Semenjak 2006 dia sudah menjadi GTT di sekolah tersebut dengan gaji yang konsisten (tetap di bawah 200rb), dengan adanya kabar tadi dia mempunyai niat untuk pulang/ balik kampung ke Malang dan mencari nafkah disana yang menurut dia lebih manusiawi dalam hal pemberian gaji tiap bulan karena dia harus menghidupi keluarga yang tidak mungkin dan sangat sulit hidup dengan 200rb perbulan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sebulan.

hmmmm . . . kenapa jadi ngomongin orang ya !!!!! astaghfirullah . . . . btw bukannya kita mendidik siswa atau bhakti kita terhadap dunia pendidikan harus dihitung dengan uang tapi loyalitas kita dan pengorbanan para GTT seharusnya lebih dihargai dengan cara yang lebih manusiawi. Toh sekarang anggaran untuk pendidikan tiap tahun naik. tapi kenapa gaji para GTT seakan-akan mentok dikisaran itu-itu z !!!!! kita juga butuh merangkai masa depan, kita juga punya harapan.

Semoga celotehan saya tidak menyakiti siapapun , , , tujuan utama saya hanya menulis "Iniloh unek-unek para tenaga honorer, GTT / sukwan selama ini" jadi terimalah ini sebagai masukan atau sekedar informasi tentang realita tenaga GTT kaum termaljinalkan diantara dunia intelektual.

Salam damai buat semuanya . . . .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Guru Hadiah © 2011 Templates | uzanc